Wednesday, October 19, 2005

Jalan-jalan ke Makassar

Tanggal 3-6 Oktober 2005 saya dapat kesempatan untuk mengunjungi kota Makassar, Sulawesi Selatan. Perjalanan dengan menggunakan pesawat Garuda ditempuh dengan durasi 1 jam 55 menit. Setiba disana, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mencari penginapan. Setelah tanya sana-sini, dapatlah penginapan di Hotel Panakkukang, daerah Panakkukang.

Daerah Panakkukang ternyata bukanlah pusat kota. Tetapi daerah yang baru berkembang. Disana, saat ini sedang gencar-gencarnya dibangun mall. Tercatat ada 3 mall yang berada disana dengan lokasi yang sangat berdekatan. Karena sedang ada pembangunan, maka debu adalah hal biasa ditemui sehari-hari.

Malam hari pertama, saya berkeliling mencari makanan khas Makassar. Menurut pegawai hotel, salah satu yang khas ada Coto Makassar. Jadilah saya mencari makanan tersebut. Setelah berjalan cukup jauh dari hotel, saya mendapatkan warung Coto Makassar. Saya pun masuk ke warung tersebut. Tiba-tiba saya langsung dihidangkan makanan dengan kuah. Saya belum tahu jika itu adalah Coto Makassar, karena saya belum pesan apapun. Dan lagi, saya pikir warung tersebut menyediakan menu. Ternyata tidak! Mereka tidak menyediakan menu. Dan yang saya makan itu adalah Coto Makassar. Rasanya cukup enak. Isinya daging semua.

Hari kedua, saya berkeliling untuk mencari makanan khas yang lain. Saya bertanya pada Pak Anas, supir dari mobil yang saya sewa untuk mengantar ke beberapa tempat kunjungan. Siang hari, kami makan ikan bakar dan Sop Saudara di sekitar Universitas Hasanuddin. Kebiasaan di Makassar, jika Anda memesan ikan, maka Anda akan diberikan 1 ikan utuh. Karena itu, saya harus mengosongkan perut sebelum makan :D
Sop Saudara yang dihidangkan, ternyata mirip dengan Coto Makassar. Isinya daging semua. Bahkan menurut saya, rasanya hampir sama.

Malam harinya kami berkeliling untuk mencari Sop Konro. Setelah berkeliling sambil mencari oleh-oleh, kami mampir di warung Sop Konro. Begitu dihidangkan, saya tidak menyangka jika Sop Konro adalah daging sapi yang dihidangkan utuh dengan tulang-tulangnya. Dan karena panas sekali, saya harus menunggu beberapa saat sebelum bisa saya makan.

Hari ketiga, sudah mulai puasa Ramadhan. Akibatnya saya tidak bisa lagi makan siang :D
Baru malam hari saya mulai berjalan mencari makan yang tidak ada di Jakarta. Tidak jauh dari hotel, saya menemukan warung mie dengan nama Mie Titi. Akhirnya saya pesan Mie Titi satu porsi. Setelah makanan tersebut datang, mie Titi disajikan dengan cukup unik. Mie tersebut kering. Baru disiram dengan kuah. Dan mie tersebut lebih mirip bihun. Rasanya enak. Jadi seperti makan kerupuk dengan kuah. Kriuk kriuk enak :D
Selesai dari sana, saya pun belanja sedikit ke Mall untuk beli roti buah sahur, meskipun di hotel disediakan sahur juga. Tapi, lumayan buat jaga-jaga, siapa tahu saya tidak cocok dengan makanan hotel.

Oh ya, disana juga saya mendapat pengalaman menarik. Saya bertemu dengan kawan lama saya, Robby Suhada, kawan semasa kecil dan sekarang pun masih bertetangga di rumah. Dia menginap di hotel yang sama dengan saya, bahkan kamarnya hanya beda 2 nomor dengan saya. Tetapi, selama menginap disana, belum pernah ketemu. Baru bertemu pada hari pertama sahur saja. Ternyata, kadang-kadang dunia ini memang sempit. Sudah jauh-jauh pergi ke Makassar, yang ditemui malah tetangga depan rumah :D

Hari keempat, saya pulang. Saya naik pesawat jam 10.55 dari Makassar. Karena takut ketinggalan pesawat, saya menggunakan fasilitas mobil hotel untuk mengantar ke Bandara. Dengan resiko membayar Rp 60.000 sekali jalan. Tetapi....si supir mengemudi dengan tidak menggunakan rem!! Luar biasa!!
Sewaktu saya tiba di Makassar, perjalanan dari Bandara menuju hotel dengan menggunakan taksi ditempuh dengan durasi 1 jam 5 menit. Sedangkan pada perjalanan kali ini, dari hotel menuju bandara ditempuh dalam waktu 20 menit saja!!!
Akibatnya, saya harus menunggu 2 jam di bandara. Mau tidur, tanggung, takut ketinggalan pesawat. Akhirnya, saya hanya jalan-jalan disana, dan main games dari HP :D Setelah menunggu yang membosankan, pesawat pun datang. Dan saya terbang ke Jakarta.

Berkunjung ke Makassar adalah pengalaman menarik. 4 hari belum cukup. Saya masih belum sempat melihat tempat wisata yang lain seperti pantainya. Mungkin lain kali, jika saya mendapatkan kesempatan lagi, saya akan melakukan itu.
Post a Comment