Tuesday, October 23, 2007

Keliling Cari Hotel

Yup. 14 Oktober 2007, gue mendarat di Berlin, Jerman. Alhamdulillah atas kesempatan ini. Sampe di bandara, gue dan rekan2 dijemput oleh Pak Frans dari KBRI (thanks buat Pak Frans) dengan VW Caravele-nya. Phiuh....ternyata mobil itu besar sekali.
Suhu di Berlin waktu gue mendarat kurang lebih adalah 15 derajat Celcius. Dingin Bro. Di Indonesia, belum pernah ada suhu serendah itu. Jaket gue nggak mampu mengusir dingin. Untungnya, di mobilnya hangat. AC-nya bisa panas. Kalo mobil di negara yang ada musim dinginnya, ternyata AC-nya bisa panas.

Dari bandara, kami langsung ke hotel. Di hotel Ambassador. Dekat dengan DIN. Hotel yang menarik. Waktu kami datang, kamarnya belum siap. Jadinya kami harus tunggu sampe jam 3 sore. Untungnya, Pak Frans lagi nggak ada acara, jadinya kami diantar jalan-jalan keliling Berlin.

Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Charlie's Check Point. Disana, adalah lokasi pemisahan Berlin Barat dan Timur. Disana dipajang poster yang isinya adalah cerita tentang keadaan disana pada saat Jerman masih berpisah. Rumit. Pikiran orang Eropa memang sudah maju sejak dulu. Masih ada juga tugu yang jadi pemisah antara Berlin Barat dan Timur. Ternyata, yang jadi turis bukan hanya gue dan rekan-rekan, banyak juga yang dari negara lain.

Habis itu, kami ke tempat yang dulunya adalah Tembok Berlin. Sebagian reruntuhannya masih ada sampe sekarang. Dan pecahannya dijadikan souvenir.
Setelah dari sana, gue dan Pak Frans diundang untuk makan siang di rumah Bu Silvi (Atase Perdagangan RI di Berlin). Menarik. Dia rumahnya di apartemen. Flat. Kayaknya menyenangkan punya rumah seperti itu. Nggak repot ngurusnya. Kebetulan disana juga ada beberapa tamu dari Indonesia. Jadinya seperti di negara sendiri. Dan rasa kekeluargaannya lebih kental dibandingkan kalo di Indonesia. Padahal, gue sendiri baru kenal hari itu. Entah kenapa, mungin karena jauh dari negeri sendiri, jadinya rasa persaudaraannya lebih kental,

Dari sana, gue kembali ke hotel. Kebetulan dan Mbak Mira dan Mas Ganda yang dateng ke hotel. Mbak Mira datang mau ngambil titipannya. Kakak dia nitip sesuatu dari Indonesia dan gue yang bawa karena kebetulan ke Jerman. Sebenarnya yang pertama kali nitip adalah Rina. Teman komplek gue. Karena lokasi dia ada di Aachen, gue tanya, gimana caranya titipan itu sampe ke Rina. Apakah gue anter, via pos atau ada yang ngambil di Berlin. Ah, ada Mbak Mira yang sedang di Berlin.

Mbak Mira dan Mas Ganda baik banget. Gue dianter juga cari hotel alternatif selain hotel ini. Soalnya, hotel ini, biayanya 90 euro per malam (di sini, 1 euro ~ Rp. 13.000) . Mahal banget. Karena hotel ini juga kelihatannya minimal bintang 4. Fasilitasnya bagus. Jadi, mulai dari sore, kurang lebih jam 4 sore, gue keliling-kelilling cari hotel alternatif, dengan Esti dan Dea. Baik banget deh Mbak Mira dan Mas Ganda. Padahal, malam itu, dia harus pulang ke Aachen. Perjalanan dari Aachen ke Berlin adalah kurang lebih 6 jam. Dan dia masih menyempatkan diri untuk nemenin gue cari hotel alternatif. Thanks banget buat Mbak Mira dan Mas Ganda.

Dan Mbak Mira ngasih gue coklat. Thanks (lagi).. Insya Allah, sebelum gue pulang ke Indonesia, gue main ke Aachen.

Bersambung..


Berikutnya :


Hari Pertama di DIN
Post a Comment