Monday, October 08, 2007

Perhitungan Zakat

Sabtu, 6 Oktober 2007, gue jalan-jalan ke ITC BSD. Gue mau beli baju Lebaran buat anak gue. Terus, ga sengaja gue dapat brosur tentang Zakat. Buat yang ingin lebih jelas tentang Zakat, gue kutip artikelnya disini.

Dikutip dari brosur BAZNAS (Badan Zakat Amil Nasional) :

Menghitung Zakat ;

Fitrah, Mal dan Nisab

Oleh :

Prof. DR. Muhammad Amin Suma, SH., MA

Ketua Dean Pengawas Syariah

Pak ustadz, saya adalah seorang karyawan swasta. Perusahaan kami bergerak dibidang penyediaan jasa konsultasi. Setiap bulan saya mendapatkan take home pay Rp. 8.700.000,- dan biasanya menjelang lebaran, perusahaan memberikan THR yang besarnya 2 kali THP. Saya terkadang diminta menjadi narasumber seminar dengan besaran honor yang beragam. Saat ini saya telah berkeluarga dengan 1 orang istri dan 2 orang anak. Istri saya full time sebagai ibu rumah tangga. Setiap bulannya kami harus membayar cicilan KPR sebesar Rp. 2.500.000,-. Alhamdulillah istri saya selaku pengelola keuangan masih bisa menabung perbulannya Rp. 2.000.000,- untuk keperluah darurat dan investasi. Mohon arahannya kira-kira bagaimana agar kami bisa membayar zakat dengan benar. Terima kasih.

Ahmad Zaydan

Bogor, Jawa Barat

Bapak Zaydan yang dirahmati Allah SWT, berikut uraian kami tentang pertanyaan Bapak :

  1. Sebagai seorang yang berpenghasilan tetap, kita akan hitung terlebih dahulu berapa besar Zakat Penghasilan (profesi) yang haris Bapak keluarkan setiap bulannya. Prinsip perhitungannya dihitung dari penghasilan kotor dikurangi hutang jatuh tempo (cicilan) pada periode berjalan. Berikut ilustrasi perhitungannya :

Penerimaan = 8.700.000,-

Penerimaan lain = 0,-

Hutang (cicilan) = (2.500.000,-) +

Penerimaan bersih = 6.200.000,-

Nisab (perhitungan batas wajib zakat penghasilan senilai 520 kg beras, asumsi harga Rp. 4.000 / kg)

= 520 x 4.000,-

= 2.080.000,-

Penerimaan bersih Bapak melampaui batas nisab. Sehingga untuk setiap bulannya hendaknya mengeluarkan Zakat Penghasilan sebesar 2,5 % x Rp. 6.200.000,- yaitu sebesar Rp. 155.000 / bulan. Penghitungan yang sama bisa dilakukan untuk menghitung besar Zakat atas THR yang Bapak terima.

  1. Selanjutnya kita akan menghitung besarnya Zakat Maal (Zakat Harta) yang Bapak miliki. Zakat harta ini wajib dikeluarkan bila telah mencapai nisab senilai 85 gr emas dan haul (waktu simpan) 1 tahun. Dengan asumsi dasar pertambahan harta Bapak adalah sebesar Rp. 2.000.000,- per bulan. Maka diperkirakan pada akhir tahun Bapak telah memiliki harta simpanan sebesar 12 bulan x Rp. 2.000.000,- yaitu Rp. 24.000.000,-

Nisab (perhitungan batas wajib zakat maal senilai 85 gr emas, asumsi harga emas Rp. 200.000,- / gr)

= 85 x 200.000,- = 17.000.000,-

Harta simpanan Bapak telah melampaui batas nisab. Sehingga pada akhir tahunnya Bapak hendaknya menunaikan Zakat Maal sebesar 2,5 % x Rp. 24.000.000,- yaitu sebesar Rp. 600.000,- / tahun. Agar tidak terasa memberatkan, Bapak bisa menunaikannya dengan jalan dicicil bulanan, sesuai dengan karakteristik bertambahnya harta.

  1. Jangan lupa setiap bulan Ramadhan, untuk mengerluarkan Zakat Fitrah atas diri dan keluarga Bapak. Besarnya setara dengan 2,5 kg beras yang dikonsumsi, yaitu 2,5 kg x 4.000 yaitu Rp. 10.000 / kepala. Bila keluarga berjumlah 4 orang maka Zakai Fitrah yang harus dibayarkan sebesar Rp. 40.000,-


Untuk bantuan penghitungan yang lebih detail Bapak bisa menghubungi rekan-rekan konsultan zakat di BAZNAS DOMPET DHUAFA. Mudah-mudahan Bapak dan keluarga senantiasa dilindungi dan diberkahi Allah SWT.

Mudah-mudahan informasi ini bisa membantu menjelaskan berapa kira-kira jumlah zakat yang harus kita bayarkan kepada kaum Dhuafa.



Powered by ScribeFire.

Post a Comment