Wednesday, July 23, 2008

"Hidup itu Perlu Sponsor". Nice! :)

Selasa, 22 Juli 2008, gue ketemu dengan sahabat gue sejak TK. Sekarang dia kerja di Bandung. Padahal dari SD sampe SMP bareng. Andreyanto namanya. Dia benar-benar sahabat sejati. Bahkan Rina yang saat ini tinggal di Jerman, menganggap Andrey adalah salah satu sahabatnya.

Hari Selasa itu, dia ada urusan di Jakarta. Janjian ketemuan, awalnya adalah di Palmerah. Tapi ternyata sejak di Sudimara, sudah ketemu dia. Jadilah kami naik kereta bareng. Sampe di Palmerah, waktu masih menunjukkan pukul 7.30-an [tepatnya gue lupa :D]. Dan kami pun ngobrol yang cukup lama di tukang mie ayam [gue sambil sarapan Bro]. Banyak banget yang kami bicarakan waktu itu. Tapi yang menarik untuk gue tulis disini adalah seperti judul diatas.

Adiknya, Insya Allah akan menikah di minggu ini. Calon mertuanya adalah salah satu Direksi di PT. DI. Kebetulan Andrey bekerja di PT. DI. Selama ini, ada beberapa rekan Andrey yang, katakanlah, biasa saja dengan Andrey. Lalu ada sejak berita itu, beberapa rekan dia konfirmasi. "Bener nih adik loe mau nikah sama anaknya Pak itu [gue lupa nama calon mertua adiknya]". "Iya bener".

Andrey heran juga. Kenapa tiba-tiba sekarang rekan-rekan dia yang tadinya biasa saja, menjadi ramah? Sebenarnya, hal itu biasa dilakukan oleh orang-orang yang mencari muka. Tapi komentar Andrey sangat menarik. "Hidup itu Perlu Sponsor man!". Ha..ha..ha.. Jelas sekali. Padahal, Pak Direksi itu akan menjadi mertua adiknya. Bukan dia. Tapi, efeknya dahsyat. Adiknya sendiri tidak bekerja di PT. DI.

Setelah gue pikir-pikir, [mungkin] hidup ini memang perlu sponsor. Bisa dari materi, kekuasaan, kawan baik, dll. Well, buat adiknya Andrey, Selamat Menempuh Hidup Baru.
Buat loe Drey, loe bener-bener sahabat sejati. Pertemuan dengan loe, selalu menyenangkan. Sukses Bro!
Post a Comment