Monday, July 21, 2008

KungFu Panda


Sabtu, 19 Juli 2008, gue nonton KungFu Panda di WTC Serpong. Bareng dengan Leni dan Zahran. Kami nonton yang jam 12.30. Berangkat dari rumah jam 11.00. Lalu mampir dulu di KFC-nya. Makan siang. Menyenangkan! Selesai makan, tepat jam 12.15. Masih cukup waktu untuk naik ke lantai 3 dan beli tiket. Gue cuma beli 2 tiket. Zahran di pangku. [tapi saat film sudah dimulai 20 menitan, Zahran bisa duduk sendiri. Kan banyak bangku kosong :D]. Gue juga bawa guling asem kesayangan dia. Siapa tahu dia ngantuk. Bawa D'Crepes [meskipun tidak boleh bawa makanan dari luar :p]. Bawa syal juga dan jaket.

Dan film pun dimulai! Animasinya lebih bagus dari yang gue bayangin. Jauh lebih bagus. Sekarang memang teknologi sudah jauh lebih maju dari tahun 1050-an. Cool!

Cerita dimulai dengan mimpi PO (Panda gendut yang kerjanya makan melulu), di mimpi itu PO jadi seorang pendekar Kung Fu hebat yang bisa mengalahkan banyak penjahat. Mimpi tinggal mimpi karena ayah PO, lebih suka PO, menjalankan bisnis mie nya dari pada berhayal menjadi pendekar kungfu.

Suatu hari ketika PO membantu ayahnya di restoran mienya, kesempatan untuk menjadi pendekar kungfu terbuka lebar. Smua orang termasuk pendekar favorit PO, the ‘fourious five’ hadir di Istana Giok untuk dipilih menjadi the ‘Dragon Warrior’, pendekar sakti yang akan mendapatkan ‘Dragon Scroll’ yang diperebutkan oleh Tai Lung, Macan Tutul murid Master Shifu yang kabur dari penjara dan mengkhianati padepokan.

Karena patuhnya Po pada sang ayah dan keinginannya untuk menyaksikan acara tersebut, akhirnya Po harus menggeret gerobak mie dan badannya yang besar untuk menghadiri acara di lapangan Istana Giok itu. Berbagai cara Po lakukan untuk mencapai Istana Giok, dari intip sana, intip sini sampai cara terakhir menggunakan petasan yang ada disekitar lapangan yang membawa Po menuju tengah2 lapangan dan menjadi ‘the dragon warrior!’

Keputusan Master Oogway menjadikan Po the dragon warrior di tantang mentah-mentah oleh Master Shifu karena selama ini Master Shifu sudah melatih Tigress untuk menjadi calon the dragon warrior. Tentu saja kehadiran Po di Istana Giok di tolak mentah-mentah dan Po dijadikan bulan-bulanan oleh the ‘fourious five’.

Sementara itu, Istana Giok semakin terancam dengan kaburnya Tailung dari penjara dan akan berusaha menuntut balas dendam dan mengambil ‘Dragon Scroll’ yang ada di Istana Giok. Po semakin terpojok oleh ‘fourious five’ dan kehilangan kepercayaan dirinya untuk belajar kungfu. Ditengah kegaulauan ini, akhirnya Master Shifu menemukan cara untuk memastikan Po belajar Kungfu. Siang Malam Po dan Master Shifu belajar Kungfu, tibalah saatnya Master Shifu merasakan bahwa Po sudah menguasai berbagai jurus kungfu nya dan kembali ke Istana Giok.

Sampai Di Istana Giok, Master Shifu dan Po terkejut karena Tailung bergerak lebih cepat dan dapat mengalahkan Fourious Five. Master SHifu, Po, dan fourious five akhirnya membuat strategi untuk mengalahkan Tailung. Setelah memecahkan teka-teki the dragon scroll dan dengan Kecerdikan serta susyah payah, akhirnya Po dapat mengalahkan Tailung!!! Sambil terengah-engah karena berlari-lari mencari Master Shifu, akhirnya Po pun dengan bangga dapat mengatakan pada master shifu bahwa, ‘I defeated Tailung Master……’

Banyak banget pelajaran positive yang kita bisa ambil dari film ini, diantaranya;

- u must believe that u can, kita harus percaya bahwa kita bisa

- bersukur dengan apa yang kita punya sekarang, master oogway said, yesterday is a history, tomorrow is mistery, today is a gift that is why we call it ‘present’


Sumber: IbuBekerja.com


Seru banget! Loe harus harus nonton kalo yang belum nonton. Zahran nangis kenceng waktu Master Oogway, si kura-kura, menghilang bersamaan dengan daun-daunan. Dia tanya, "Kenapa kura-kuranya pergi? Hua...hua...". Gue jawabnya "Kura-kuranya pulang dulu. Dia udah selesai main filmnya. Sekarang gantian. Yang jadi guru, si tikus." Untungnya dia ngerti.

Selama di ruangan bioskop yang dingin itu, Zahran sempat bosan. Dia terpengaruh dengan lampu yang ada di tangga. Dia tanya "Kenapa ada lampu di tangga?". Lalu, "Kenapa kursi yang ini ada lampunya dan yang itu tidak?" He..he.. kritis banget. Gue bingung juga jawabnya :D Anak jaman sekarang memang harus lebih kritis dari anak jaman dulu. Tantangan hidup makin besar, jadi memang harus lebih kritis.

Anyway, KungFu Panda banyak pesan moral. Salah satunya seperti yang gue cuplik diatas. Buat loe yang belum pernah nonton, nonton deh [cuma kalo nggak suka kartun / animasi, jangan nonton. N'tar bosen :p]

Enjoy the Movie ! ;)
Post a Comment