Wednesday, July 23, 2008

Tahapan Pernikahan

Masih Selasa, 22 Juli 2008. Gue masih ngobrol dengan Andrey. Karena adiknya berencana menikah pada minggu ini, kami juga sempat ngobrol tentang pernikahan. Dia sendiri saat ini belum menikah. Pacar, Insya Allah ada. Tinggal menentukan waktu, dst. Dulu, waktu gue baru-baru menikah, kadang gue minta saran dari dia mengenai solusi kalo gue berantem dengan istri. Dan, dia memberikan solusi yang baik dan bisa diterapkan [itu yang penting!].

Ngobrol tentang pernikahan, menurut pengamatan dia, nanti pernikahan itu ada tahapnya.

Tahap 1 : 0 - 5 tahun pernikahan.

Masa ini, biasanya masalah kecil menjadi masalah besar. Contohnya, kebiasaan merokok [buat mereka yang merokok], tidur ngorok, tidur pake lampu / matiin lampu, susah bangun pagi, dll. Yang begini, kalo nggak segera dibicarakan antara suami-istri, bisa kacau. Mending segera dibicarakan, lalu cari solusinya.

Tahap 2 : 6 - 10/15 tahun pernikahan.

Masa ini, umumnya, mulai pasangan mulai bosan dengan pasangannya. Makanya ada istilah puber kedua. Mulai curi-curi waktu, lirik-kanan kirin, selingkuh, dll. Gue kira tahap ini adalah universal. Bisa berlaku buat laki-laki atau perempuan. Contohnya udah ada. Dan gue udah lihat dengan mata kepala sendiri. Tahap ini, biasanya keluarga tersebut sudah punya anak. Supaya anak nggak jadi korban, ini juga perlu segera diselesaikan. Atau malah berabe.

Tahap 3 : 11/16 tahun pernikahan.

Nah, sampe tahap ini, mudah-mudahan langgeng. Masalah pasti ada, tapi Insya Allah, dengan kematangan masing-masing pasangan, mudah-mudahan masalah yang ada pada tahap ini lebih mudah untuk diatasi bersama.

Drey, loe beruntung punya temen-temen yang unik. Komentar loe kadang konyol, tapi mengena. Pengamatan loe kadang nyeleneh, tapi juga kena.

Sukses buat loe Bro! Salut!
Post a Comment