Monday, August 25, 2008

Mengurus Anak

Seperti posting gue sebelumnya, pembantu gue berhenti kerja sejak Sabtu 23 Agustus 2008. Dampaknya adalah, gue lebih giat lagi dalam mengurus anak. Gue bagi tugas dengan istri gue. Dia urusannya masak dan nyuapin makan, gue urusannya mandi + memakaikan dia baju, ngajak main, dll. Pokoknya kecuali makan deh.

2 hari gue coba, ternyata menyenangkan juga. 2 hari berturut-turut ini gue memandikan anak gue sendiri. Senengnya dia main air dengan papanya (sewaktu masih ada pembantu, gue jarang memandikan sendiri). Praktek menggosok gigi aja, yang biasanya susah, dia mau tuh. Tergantung cara kita membujuknya dan membuat acara mandi itu aja. Kalo menyenangkan, maka anak juga akan senang mandi. Begitu juga waktu memakaikan baju untuk dia. Mudah-mudah aja kok.

Selain itu, gue juga ngajak dia main bola, atau jalan-jalan keluar rumah. Pasti dia bosen banget kalo dirumah terus. Kadang gue ajak dia main bola di halaman belakang. Kalo dia bosen, gue ajak dia main lego (baik lego beneran atau lego di komputer alias game :p).

Untuk urusan makan, istri gue sendiri bilang, kalo anak gue makan dengan mudah. Nggak rewel seperti yang diceritakan pembantu gue. Untuk makanan, memang faktor keberhasilannya tambah 2. Yaitu rasa masakannya dan variasi menunya. Waktu dengan Iyong, anak gue makan cukup lama. Kadang diemut terus. Mungkin anak gue bosen dengan suasana makannya, cara nyuapinnya, rasanya atau menunya, atau bahkan mungkin keempatnya. Apapun itu, karena dia belum bisa makan sendiri, maka istri gue harus pintar-pintar cari cara untuk membuat proses makan ini menjadi menyenangkan. Kalo nggak gitu, yang ada hanya kesel aja melihat anak susah makan.
Alhamdulillah, selama ditangani istri gue sendir, anak gue mudah makan. Bahkan sudah bisa dengan sendok orang dewasa. Nggak perlu pake sendok kecil lagi. Porsi sesuapnya pun, sudah mendekati sesuapnya orang dewasa. Wow! Menyenangkan sekali gue bisa terlibat dan melihat perkembangan ini.

Intinya adalah, baik gue dan istri gue senang dengan perkembangan anak gue. Benar guru dia mengatakan "Pekerjaan satu-satunya bagi anak adalah bermain. Jadi jangan rebut itu dari anak". Kalo gue bisa membuat suasana apapun menyenangkan buat dia, pasti segala urusan mengurus anak menjadi mudah. Nggak mungkin gue bisa nyuruh anak makan seperti orang dewasa. Hanya duduk diam di meja makan. Makan sambil lari-lari juga nggak bagus. Yah, pintar-pintar kita aja mencari cara membuat suasana si anak menjadi menyenangkan. Dengan begitu, si anak akan mendapatkan lingkungan yang nyaman sehingga memacu perkembangan dia ke arah yang baik.

Post a Comment