Friday, September 05, 2008

Buka puasa @ Ramadhan 1429 H

Alhamdulillah, hari ini Ramadhan menginjak hari ke-4. Insya Allah ibadah kita semua diterima oleh Allah SWT. Amiin...

2 hari yang lalu, gue buka puasa dengan baso Bangka (maaf, pagi-pagi udah cerita tentang buka puasa :D ). Istri gue pintar masak. Kalo bikin baso, Alhamdulillah selalu enak. Kebetulan, teman sekantornya ada yang bisnis baso (jual basonya aja, bukan pake gerobak). Baso urat + baso halus. Mie-nya, istri gue beli di Pasar Modern yang penjualnya orang Bangka. Di rumah, tinggal diracik menjadi baso yang lezat. Gue makan cukup banyak untuk ukuran 1 porsi. Zahran hanya makan mie-nya saja. Dia suka mie. Baso hanya dimakan setengah. Tapi tetap dia mau. Zahran kalo gue atau istri makan sesuatu, dia akan tanya dulu "Bunda, ini pedes nggak?" Kalo nggak pedas, dia biasanya akan minta mencicipi. Begitu juga kalo dia punya makanan. Dia akan menawari kami untuk mencicipi. Mau berbagi. "Mau?". Menyenangkan bisa melihat dia tumbuh dengan kepedulian seperti itu.

Tapi, sebelum mencapai buka puasa, gue harus berjuang dulu melawan kemacetan. Cuma hari kedua bulan Ramadhan, gue bisa buka puasa dirumah. Sisanya, sampai hari ketiga, gue buka di jalan. Gue jalan jam 16 - 16.20 dari kantor istri. Pakai mobil karena istri lagi hamil hampir 6 bulan. Itu yang namanya macet, bukan main!! Sampe rumah, gue bisa jam 18.30. Orang-orang itu pasti juga berpikiran sama dengan gue. Mau buka puasa dirumah. Jadi yang namanya Jl. Sudirman, sepeda dengan mobil kadang lebih cepat sepeda. Ditambah parah dengan jam 16, belum masuk 3 in 1. Jadi semua orang berlomba melewati Jl. Sudirman sebelum jam 16.30 (jam 16.30 segitu mulai 3 in 1).

1 lagi yang lupa. Sensasi baso enak juga pernah gue rasakan di Jerman. Waktu gue berkunjung rumah Rina di Jerman, gue beserta 2 rekan gue, Esti dan Dea, disuguhi baso. It's WOW effect!! Bayangin Bro and Sis, di Jerman makan baso. Susah kalee nyarinya :D Thanks Rin :)

Post a Comment