Sunday, September 14, 2008

Kuliah Subuh Bagian I

7 Sept 2008

Gue berkesempatan untuk mengikuti kuliah subuh di masjid dekat rumah gue. Hal ini jarang gue lakukan kalo nggak bulan Ramadhan :p Soalnya, kalo nggak bulan Ramadhan, bangun tidur aja jam 5.00. Subuh udah lewat kalo mau di masjid :D
Kuliah subuh kali itu sangat menarik. Meskipun gue nggak kenal dengan ustad-nya, tapi materinya sangat menarik. Berikut hasil yang bisa gue tulis disini.
(Bentar,... gue bingung mulai dari mana).

Kayaknya mulai dari ini aja.

Menurut ustad tersebut, ada ayat di Quran yang artinya seperti berikut ini : Al-Quran itu tidak adak tersentuh (meresap) kecuali oleh orang-orang yang disucikan. Garis bawahnya adalah orang yang disucikan, bukan orang suci. Ini menjadi menarik. Lalu, siapakah orang-orang beruntung yang disucikan tersebut. Yang pasti adalah Nabi Muhammad SAW. Pernah denger cerita nggak, saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, dia menggigil. Lalu pulang kerumahnya dan minta Siti Khadijah untuk menyelimutinya? Lalu dia bersama Siti Khadijah pergi ke seorang tokoh Kristen (gue lupa namanya) untuk minta penjelasan kenapa dia menggigil. Jawab tokoh tersebut, "Itu adalah wahyu seperti yang pernah diturunkan kepada Nabi sebelum kamu. Jika umurku panjang, aku akan membelamu".

Cerita itu jelas salah. Menurut logika dia (dan setelah dijelaskan, menurut gue masuk akal juga), nggak mungkin Nabi Muhammad SAW menggigil menerima wahyu. Nabi Muhammad SAW justru sangat siap, karena telah disucikan oleh Allah SWT (kalo jaman gue kecil, ada cerita Nabi Muhammad SAW dibelah dadanya oleh malaikat, lalu semua sifat kotornya dibuang). Al-Quran (dalam hal ini wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW), tentunya akan mudah meresap ke dalam diri Nabi Muhammad SAW karena sudah tidak ada lagi sifat kotor didalam diri Nabi Muhammad SAW.

Lalu tentang tokoh Kristen tadi. Menurut loe, mulia mana antara Nabi Muhammad SAW dengan tokoh Kristen tadi? Jelas mulia Nabi Muhammad SAW. Dan sejarah membuktikan, tokoh tersebut hidup beberapa tahun lagi setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya, tapi tidak pernah membelanya. (Dengar cerita ustad itu begitu, gue jadi penasaran, cerita yang gue denger bahwa Nabi Muhammad SAW itu mengigil, siapa yang ngarang sih?)

Nyambung lagi mengenai "disucikan", manusia jaman sekarang, banyak orang yang pintar ngaji, ibadahnya bukan main, tapi Al-Quran belum meresap kedalamnya. Kenapa? Karena mungkin masih ada sifat kotor dalam diri kita. Misalkan, berbohong, memfitnah, munafik, dll.

Lalu kalau begitu, bagaimana supaya kita bisa menjadi orang-orang yang disucikan? Tentunya dengan menghilangkan sifat-sifat kotor tersebut. Bagaimana caranya? Menurut ustad tadi ada tiga tahap.

Pertama, adalah melakukan tobat. Apa sih tobat itu? Tobat adalah proses batin untuk memperbaiki diri (bahasa kerennya = instropeksi) secara terus menerus sampai menemukan kedamaian. Tobat itu harus serius. Jangan sekarang tobat, lalu 2 hari kemudian lupa dengan tobatnya. Minta ampun sama Allah itu harus serius. Baik dari niat sampai pelaksanaannya. Ustad tadi memberikan ilustrasi yang menarik tentang tobat. Begini ilustrasinya :

Misalkan kita habis makan durian (atau jengkol/petai biar ekstrem dan sesudahnya jangan minum), lalu kita menghadap atasan. Terus bilang, "Pak, mohon tanda tangan dokumen ini". Berani nggak? Pasti nggak! Kenapa? Mulut kita bau. Nah, begitu juga dengan Allah. Jangan berdoa "Ya Allah, ampuni dosaku,....dst" tapi kita habis berbohong, nipu orang, korupsi, dll. Mulut kita bau dihadapan Allah. Jadi gimana? Yaa, serius donk. Jauhi sifat-sifat kotor. Kalo udah terlanjur? Allah Maha Pengampun. Tobatlah dengan niat sebenar-benarnya. Allah Maha Tahu dengan niat kita. Jangan diulangi bohongnya, nipu orang, korupsi, dll.

Kedua, ibadah (shalat, puasa, zikir) yang benar. Yang benar itu bagaimana? Menurut ustad tadi, ibadah yang benar itu adalah yang merasa dilihat/dinaungi oleh Allah. Sehingga ikhlas. Manusia itu kalo shalat, mengaji, zikir (yang benar) dari tubuhnya keluar cahaya. Lalu cahaya tersebut naik ke langit, dan menerangi langit seperti bulan menerangi bumi. Subhanallah...!! Bukan main kan? Bumi itu gelap. Nggak ada cahaya. Lihat permukaan bumi dari luar angkasa, bumi terlihat gelap walaupun kita udah pake listrik dijaman modern begini. NASA dari Amerika Serikat, pernah melakukan penelitian. Mereka ingin tahu, dimanakah tempat di bumi yang paling terang? Lalu diteroponglah bumi dari satelit mereka di luar angkasa. Jawabannya, tempat paling terang dimuka bumi adalah Kabah, dan Masjid Nabawi. Sekali lagi, Subhanallah....!!

Ketiga, jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Udah pernah dengarkan, hadist yang artinya "Sebaik-baik muslim, adalah yang bermanfaat bagi orang lain". Nah, jadilah begitu. Nggak ada muslim yang bermanfaat bagi orang lain kalo dia bohong, nipu orang, korupsi dan melakukan perbuatan tercela lainnya.

Nah, ini ceritanya udah panjang. Biar nggak bosen, apa yang gue dapat dikuliah subuh tadi, gue sambung di posting yang lain.

Thanks udah nyimak posting gue :)

Post a Comment