Wednesday, October 08, 2008

Akhirnya, Mail Server gue online !!

8 Oktober 2008 @ Hotel Sahira Bogor

Hari ini gue ada kegiatan konsinyering dengan Pusat Perumusan Standar. Membahas tentang pembuatan CD Katalog SNI. Tapi disini gue malah dari siang ngoprek mail server gue. Kebetulan disini ada hotspot gratis. Udah 2 bulan, mail gue nggak berhasil.

Gue buat mail server gue melalui panduan ini. Tapi tetap masih ada error. 1 per 1 error-error tersebut diselesaikan oleh Mbah Google. Gue bisa tahu error yang timbul, karena direkam di /var/log/mail.log dan /var/log/mail.err . Tapi gue ketemu dengan situasi dimana tidak ada log lagi yang direkam di file tersebut.

Situasinya adalah, mail server gue bisa kirim email keluar, tapi tidak bisa terima email masuk. Udah 2 bulan, gue utak-atik, nggak ketemu jalan keluarnya. Mungkin Allah belum mengijinkan. Dari GMail, gue dapat pesan

Technical details of temporary failure:
The recipient server did not accept our requests to connect. Learn more at http://mail.google.com/support/bin/answer.py?answer=7720
[mail2.bsn.go.id. (10): Connection timed out]

Kalo link tersebut gue klik, maka Google bilang, mungkin ada masalah di PTR record dalam DNS Anda. Wow! Well, ada titik terang nih! Lalu gue coba berkunjung ke Pingability.com untuk mencoba test DNS gue via web. Dan benar, ada error di DNS gue. Lalu, selama 2 bulan juga (paralel sambil mencari sebab yang lain), gue perbaiki masalah tersebut. Tapi hasilnya tetap sama. Tidak berhasil!

Huh! Gue hampir menyerah. Konsinyering ini, gue bawa komik Eldest. Niatnya, kalo rapat udah selesai, gue mau baca. Tapi ternyata keasyikan ngoprek. Cari inspirasi lain, gue menemukan situs LinuxQuestion , Slicehost , dan LinuxQuestion thread yang lain. Intinya adalah, salah satu kemungkinan penyebab gagal adalah port SMTP (25) diblok oleh ISP. Gue yakin kalo di mesin gue, sudah terbuka. Tapi kalo dari ISP, gue nggak tahu. Lalu gue test lagi via Pingability.com. Ternyata benar, ada pesan

Could not connect to:mail.domain.com at port 25 No route to host.
.
Hmm.... titik terang lagi. Lalu gue coba nmap mesin gue. Port 25 sudah kebuka. Hmm.. (lagi) gue perlu nmap dari luar jaringan gue. Lalu gue teringat dengan server Pak Iswayana (pinjem yah Pak). Gue nmap dari sana, ternyata benar, port 25 gue terbuka, tapi di filter.

Wow!
Nah, gue ngobrol dengan Akbar. Akbar lalu telp ke CBN untuk meyakinkan hal itu. Dan CBN selaku ISP kami memang memfilter port tersebut. Lalu kami minta tolong filter tersebut dibuka untuk alamat IP mail server kami. Hmm...titik yang tambah terang. Dan benar, setelah itu terbuka, maka mail server kami bisa kirim/terima email!! Waaah...senangnyaa !!!

Sekarang gue malah disibukkan dengan instalasi plugins/fitur2 tambahan agar mail server kami lebih aman dan nyaman. Sebenernya gue mau coba install Roundcube. Tapi ternyata untuk Ubuntu Server, masih belum ada portnya. Gue agak males untuk install via tarball karena gue harus cari sendiri ketergantungannya.

Oh iya, sebelum itu, server gue sempat matikan karena menjelang lebaran. Gue sempat lupa, bagaimana caranya menyalakan koneksi internetnya. Ternyata karena di mesin gue, belum gue pasang gateway. Setelah melihat situs ini, masalah gateway bisa dipecahkan. Sehingga, mail server gue bisa online. Cihuiii !!! Eh, maksud gue, Alhamdulillah... :)

Oh 1 lagi. Thanks buat Mbak Nur yang udah ngajak konsinyering gue dan Akbar.


Post a Comment