Friday, October 03, 2008

Godaan terberat saat Ramadhan

Ramadhan telah berlalu. Suasana Idul Fitri 1429 H, masih menyelimuti daerah gue. Tapi gue masih mengenang saat-saat Ramadhan kemaren. Selepas Ramadhan, memang gue bisa makan enak dan kapan saja. Nggak perlu nunggu waktu Magrib. Rumah gue lagi banyak makanan. Terutama kue lebaran.

Perasaan senang bisa makan kapan saja, hanya berlangsung sesaat. Hanya waktu hari Idul Fitri saja. Di hari ketiga ini, gue merasa biasa aja. Nggak ada yang spesial. Malah gue terkenang dengan godaan terberat pada saat Ramadhan. Mungkin setiap orang akan memiliki godaan terberat yang berbeda dengan gue. Menurut gue, godaan terberat pada saat bulan Ramadhan adalah saat gue nyuapin makan pagi dan siang untuk anak gue. Phiuh...itu bukan main. Lho kenapa? Bukan karena anak gue rewel. Anak gue kalo makan, Alhamdulillah tidak sulit (meskipun tidak terlalu mudah). Tapi, gue nggak tahu kapan anak gue kenyang. Kalo dia belum kenyang, tinggal tambah porsinya. Nah, kalo udah gue tambah porsinya, terus baru setengah jalan, dia udah kenyang, apa yang bisa gue lakukan? :D Mau gue paksa nggak bisa, apalagi gue makan. Tambah nggak bisa :D Jadi gue hanya bisa sabaaar... Magrib masih jauh... :D

Apalagi waktu anak gue, gue bawa ke kantor. Waktu itu hari Jum'at tanggal 26 September 2008. Hmm.... dia kan harus makan siang. Istri gue pesan Mc Donald. Delivery. Jam 13.00, habis shalat jum'at pesanan sampai dimeja gue. Dan mulailah gue nyuapin anak gue. Menunya : ayam cripsy 2 buah (paha atas dan bawah), lemon tea, kentang goreng dan nasi. Biasa aja (di bulan biasa). Tapi dibulan Ramadhan, jam 13.00, menjadi luar biasa :D

Anak gue hanya habis makan 1/2 porsi nasi, seluruh kulit ayam yang kriuk-kriuk itu, 3/4 lemon tea yang dinginnya begitu menyegarkan serta kentang goreng yang dibiarkan utuh. Glek..glek..glek..
Sisanya, ayam-ayam itu harus menunggu datangnya Magrib untuk bisa disantap. Saat-saat itu begitu menggoda. Untungnya (setelah berusaha keras), gue bisa nemenin anak gue main game Transformer di komputer sebelah gue. Rekan gue mengijinkan gue pakai komputernya, karena dia sendiri tidak niat bekerja di hari itu. Yup. Tanggal 26 September 2008 adalah hari terakhir bekerja menjelang libur Idul Fitri 1429 H. Rekan-rekan gue sendiri, ada yang setelah shalat Jum'at langsung pulang kantor untuk mudik. Jadi, dengan kantor yang tidak ramai, gue bisa bebas nemenin anak gue main komputer atau gue sendiri menjelajah internet.

(Pernah juga, saat anak gue ke kantor gue sebelumnya, istri gue membekali anak gue Teh Kotak. Tahu kan Teh Kotak? Yang mungkin loe nggak tahu adalah, Teh Kotak itu ternyata wangi banget. Baru kali ini seumur hidup gue, mencium wangi teh dari Teh Kotak. Saat bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan memang spesial :D )

Aah.... menjelang pulang, jam 15.00, gue bungkus-bungkus makanannya, lalu jemput istri tercinta untuk pulang bareng. Wangi makanannya memang menggoda. Makin berat godaannya, kalo bisa mengatasinya, makin besar pahalanya. Insya Allah... :)



Post a Comment