Wednesday, September 30, 2009

Tausiyah - Kisah Tsunami Aceh 2004

Kisah ini masih disampaikan oleh ustadz Bobby Herwibowo dalam kesempatan yang sama. Kisahnya sungguh menarik.

Kita semua tahu, pada saat itu, 26 Desember 2004, Aceh hancur dalam satuan detik karena tsunami yang sangat kuat. Saat itu dunia terperangah. Begitu mudah alam menghancurkan. Dan segera, dunia mengirimkan bantuan ke Aceh.
Singkat cerita, saat sedang rekonstruksi Aceh, diadakanlah sebuah pertemuan yang dihadiri oleh warga Aceh dan donaturnya. Lalu, pembawa acara menanyakan apakah ada yang bisa menyanyi dalam bahasa Inggris? Lalu seorang gadis kecil didaulat menyanyi. Gadis itu kira-kira berumur 15 tahun. Dan gadis itu menyanyikan lagi My Bonnie Over the Sea.

Gadis itu begitu fasih menyanyi dalam bahasa Inggris, sehingga sejenak, hadirin melupakan derita yang sedang mereka alami. Donatur dari luar negeri pun, begitu terpukau. Hadiri bertepuk tangan. Standing applause. Begitu terpukaunya, salah seorang donatur naik ke panggung untuk mengucapkan kekagumannya. Lalu donatur itu bertanya "What is your name Dear?". Tanpa diduga, si gadis hanya tersenyum, menggelengkan kepala dan bergumam "Mmm..". Kaget dengan jawaban tidak terduga, si donatur bertanya lagi "Do you live here?". Dan respon dari gadis kecil itu masih sama.

Hadirin mulai mencemooh si gadis karena dikira si gadis fasih berbahasa Inggris. Ternyata tidak. Si gadis hanya hafal lagu tersebut, dan (mungkin) karena sering dinyanyikan / berlatih, maka si gadis dapat menyanyikannya dengan sempurna. Waaah..... hadirin merasa tertipu dengan gadis itu. Kirain dia memang mengerti bahasa Inggris. Wakakaka.....

Disisi lain, seorang pemuda melihat seorang bapak yang sudah setengah baya, kira-kira berumur 50 tahun menangis. Si pemuda merasa iba. Lalu dia bertanya pada bapak tersebut.

Pemuda : Pak, berapa banyak Bapak kehilangan keluarga pada peristiwa ini (tsunami Aceh)?

Bapak : Alhamdulillah, tidak ada 1 orang keluarga pun yang terkena musibah ini.

Pemuda : (agak terkejut, karena dia kira dugaannya benar) Kalau begitu, apakah bisnis Bapak hancur karena peristiwa ini yah?

Bapak : Alhamdulillah, tidak ada 1 harta benda pun yang Allah ambil dari saya dari tsunami ini.

Pemuda : Lalu kenapa Bapak menangis begitu sedih?

Bapak : Teguran dari Allah ini begitu besar untuk saya. Jauuh lebih besar dari sekedar harta dan keluarga. Tadi kita lihat bersama saat gadis kecil tersebut menyanyi bahasa Inggris. Terlihat begitu fasih. Tetapi ternyata dia tidak paham bahasa Inggris. Dan orang-orang menertawakan gadis tersebut. Selama ini, saya mengerjakan shalat dan mengaji. Tetapi saya tidak paham artinya. Saya sudah tua, umur saya mungkin tidak lama lagi. Jika nanti saya ditanya oleh malaikat di alam kubur :

Man Rabbuka? (Siapa Tuhan-mu?)
Man diinuka? (Apa agama-mu?)
Man nabiyuka? (Siapa Nabi-mu?)

Apa jadinya kalau saya tidak bisa jawab karena saya tidak mengerti bahasa Arab? Pada saat itu, mungkin malaikat, manusia-manusia lain jika bisa melihat, bahkan setan dan iblis akan menertawakan saya!

Pemuda : (tersentak!)

Astaghfirullah! Cerita ustadz Bobby Herwibowo ini juga menyentak hati saya. Saya merasa sama dengan Bapak tersebut. Ternyata begitu pentingnya mengerti apa yang kita baca pada saat shalat. Jika kita bisa (mau belajar) bahasa Inggris, Prancis, Jepang, Mandarin, dll, kenapa kita tidak mau belajar bahasa Arab? Padahal bahasa itulah yang digunakan oleh Allah dalam menurunkan wahyu-NYA.

Ustadz Bobby juga menyampaikan, bahasa Arab itu bahasa yang dinamis. Beda panjang-pendek dalam pembacaannya, bisa berbeda arti. Apalagi beda tanda baca, huruf dan kata. Tetapi, meskipun begitu, bahasa Arab adalah bahasa yang paling mudah dihafal. Mengapa begitu?
Coba kita lihat. Apa sih buku yang best seller di Indonesia? Ayat-ayat Cinta? Ada ga yang udah baca buku itu 3 kali? 5 kali? Atau lebih? Jika ada, ada tidak hafal kata per kata dari buku itu. Atau jangan kata per kata deh, Bab per Bab saja. Masuk akal juga.

Semoga tausiyah ini bermanfaat bagi penulis dan Anda. Terima kasih pada Allah atas ijin-NYA, DIA menyampaikan hikmah ini melalui ustadz Bobby Herwibowo kepada saya. Alhamdulillah....



Post a Comment