Saturday, February 12, 2011

Megamind : Film kartun yang "touch the heart"

Tulisan ini mulai ditulis pada pukul 00:05 menurut jam laptop saya. Entah kenapa, saya merasa ingin sekali menulis. Kata orang, jika sedang ada semangat untuk menulis, jangan dibendung. Tulis saja dulu, paling tidak idenya, agar tidak hilang.

Tapi kali ini saya tidak akan hanya menulis idenya saja :D
Tulisan ini berawal karena saya menonton film Megamind. Saya dapat film ini tidak sengaja. Teman kantor, dengan kecepatan internet yang "extra ordinary" (paling tidak, jika dibandingkan modem 3 saya :p ) men-download film ini. Karena film kartun, saya tertarik untuk menyalinnya supaya bisa menunjukkan ke anak saya. Jadi pas pulang, saya dengan ceria mengatakan "Zahran, ini Papa ada film baru" :p

Kira-kira jam 22:00, kami mulai nonton. Awal-awalnya, banyak adegan superhero. Terbang, mengangkat rumah, menyelamatkan wanita (lansia dan anak-anak juga), dan aksi superhero lainnya. Tetapi, mulai agak ke tengah sedikit, ceritanya mulai bergulir. Dan ini jadi menarik.

Secara garis besar, cerita ini berawal dari 2 orang bayi 2 planet yang berbeda di luar angkasa sana, yang dikirim ke luar planetnya, karena planet asalnya akan hancur. Mirip cerita Superman. Bedanya adalah, 1 bayi mendarat di rumah orang kaya, terpelajar dan baik, yang lain mendarat di penjara. Sehingga yang 1 mendapat pendidikan yang baik, yang lain mendapat pendidikan yang... well.... tidak baik.

Bayi yang baik memiliki kemampuan seperti Superman. Terbang, tubuh kuat dan tahan gores (semacam anti scratch kayak di handphone) serta mengeluarkan sinar laser dari matanya. 1 lagi, ... Tampan. Ya!! TAMPAN! Ketampanan memang merupakan sesuatu yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Bahkan Jin Jawa yang muncul di iklan salah satu televisi swasta kita, tidak sanggup mengabulkan permohonan itu. "Mimpi !! " kata si Jin Jawa.

Bayi yang lain, sangat kontras dengannya. Dia memiliki kepala besar, mirip hydrocephallus (cari di Google aja yah), dan tubuh berwarna biru. Kurus pula. Kemampuan super? Ga punya sama sekali. Satu-satunya yang dia miliki adalah otak yang jenius. Bayi ini dikenal dengan nama Megamind (si tokoh utama) dan bayi yang baik dikenal dengan nama MetroMan.

Seiring perjalanan waktu, mereka tumbuh menjadi besar. Megamind menjadi Bad Guy, MetroMan menjadi Good Guy. Suatu ketika, Megamind berhasil membunuh MetroMan. Dan dia merajalela. Tapi...setelah itu dia merasa kesepian. Buat apa saya bisa mendapatkan segalanya, jika saya tidak memiliki lawan? It's come very easy now. (tidak semua bisa diukur dengan materi. Ada yang berbentuk "bukan materi") Akhirnya, ia menciptakan "lawan".

Sayangnya, lawan yang Megamind ciptakan, bernama Titan, tidak seperti harapannya. Titan mulai berada diluar kendali Megamind, dan berubah menjadi jahat. Saat Megamind berupaya membasmi Titan, dia tidak dipercaya oleh warga MetroCity, karena dahulu Megamind adalah penjahat.  (kepercayaan tidak mudah didapat. Anda harus membuktikan dulu)

Mereka pun bertarung. Seru. Sampai pada suatu titik, dimana Megamind dilempar tinggiiiii... ke angkasa. Dia sudah hampir menyerah, ... mungkin karena tidak bisa terbang ... , tapi dia bertekad untuk tidak kalah sekarang!!

Akhirnya, dengan pertarungan sengit, Megamind berhasil memenangkan pertarungan. Lalu dia berkata : "Think about bad guys?? They always lose" (kejahatan Pasti kalah dengan kebaikan. Tinggal masalah waktu). Dan cerita pun berakhir Happy Ending.

Anyway, cerita ini lucu, banyak humor. Diselipkan juga bagaimana si Megamind jatuh cinta sama Roxanne si Reporter. Roxanne pula yang jadi alasan Megamind tidak menyerah saat dilempar tinggi ke angkasa oleh Titan. Saat menang, Megamind berkata pada pada Roxanne : " I finally had a reason to win... You". So sweeeeet..... :">

Sebenarnya saya yakin masih banyak nilai yang bisa kita tangkap. Tapi yang paling menggugah hati saya adalah saat Megamind berkata : "Funny, I guess destiny isn't the path chosen for us, but the path we choose for ourselves." Bener banget. Megamind yang dari awal "di didik" jadi penjahat, ternyata malah jadi jagoan di akhir cerita. Itu semua tergantung kita. Mau jadi baik atau tidak?

Mudah-mudahan, Quote tersebut bisa jadi pengingat saya pada saat ini, dan di kemudian hari. Karena itu, saya cantumkan di blog saya sebagai pengingat.

Thanks yang sudah berkunjung dan baca quick review saya tentang film Megamind :)
Post a Comment